Rabu, 12 April 2017

BELAKANG LAYAR KAMPUS  #CurhatGuemahasiswamuda
Jadi disini mungkin aku mau ceritain sesuatu yang mugnkin hal ini berkaitan dengan moral yang ada di kampus aku sendiri,…
Dimulai dari jam pertemuan kuliah mata pelajaran  HAN hari kamis lupa tanggal berapa tahun 2017, jadi aku dan teman-teman dikelas seperti biasa mengikuti perkuliahan dari awal hingga akhir, dosen yang masuk hari itu (aku gak sebutin namanya) ngasi materi seperti biasanya, tapi di hari itu ada yang beda dari si dosen ini sampe-sampe aku gak lupa sama omonganya waktu itu.
 Langsung aja, Ditengah perkuliahan dosen ini ngasi sedikit cerita tentang pengalamanya yang diangkat jadi ntah yang aku ingat jadi kepala atau anggota keuangan biro Universitas (tau sendiri). Kurang lebih dia cerita gini, awalnya dia senang mungkin dengan pekerjaan barunya, dapat fasilitas gratis (salah satunya mobil dinas), gaji lebih tinggi dll. mungkin ini beberapa hal yang bikin dia suka dari pekerjaan barunya. Tapi gak beberapa lama dari itu dia mulai bingung dan punya pertanyaan dikepala dia.
Karena waktu itu dia kerjanya di biro bagian keuangan yang aku pastiin dia pasti bingung mikirin “uang” :D. tapi yang ini beda, dia mikirin duit/uang orang pastilahya, iya mungkin memang si duit/uang orang  ini bukan punya dia, tapi dia sadar betul ini tanggung  jawab dia (dosen saya). Gak beberapa lama dia mulai ngerasa kejanggalan dari jumlah si uang ini. Kurang lebih dia bilang gini “duit kalian yang jumlahnya miliyaran, di nol kan. Apa maksudnya ini ? saya coba tanyak sama bagian-bagian disana kemana ini perginya , tapi apa ? gak ada respon yang jelas , gak open. Saya balikin kunci mobil kedepan dia (gak tau dia siapa yang dimaksud :D) saya bilang : saya gak mau kerja lagi. Coba kalian piker, Apa-apaan ini ? “saya kalo kerja, saya ngabdi” (serius aku suka sama kata-kata ini). Udah saya gak mau kerja lagi rejeki Allah yang atur, walaupun gaji saya tinggi kalo Allah gak ridho untuk apa ?””. mungkin ini yang aku ingat waktu pertemuan kuliah kami, ya sampe sekarang aku gak abis pikir tentang ini. Dari mulai masuk kampus mungkin aku dengar banyak pujian yang menurut aku kelewatan :D untuk kampus ini, sempat terhipnotis juga dengan kata-kata sanjungan dari petinggi-petinggi di kampus  (sebutan dari aku sendiri) , tapi apa fakta yang aku dapat sendiri disini beda jauh atau kebalik mungkin ya? :D.
Dari sini keingat lagi dari pertemuan UKM Forkah (UKM yang aku ikutin dikampus)  minggu-minggu sebelumnya dimana , yang jadi pematerinya sebut aja “Presiden Kampus”(panggilan dari aku sendiri) yang mungkin kurang lebih dari diskusi kami yang aku ingat, itu kurangnya pastisipasi dari kampus sendiri dalam mendukung kinerja-kinerja mahasiswa. Contohnya dari fakultas aku sendiri UKM olahraga disana terhalang ikut pertandingan dikarenakan kekurangan biaya. Aku gak tahu ini ada hubungan atau enggak, karena aku juga gak terlalu ngerti tentang bagian-bagian di kampus aku sendiri. Tapi dari pengalaman SMA yang aku tahui tu, biasanya kalo ada sejenis perlombaan yang diikutin sama siswa bawa nama sekolah pastinya, biayanya itu pasti di usahakan dari pihak sekolah sendiri. Tapi gak ngerti juga di perkuliahan :D

Mungkin tulisannya agak gak nyambung, aneh atau apa tapi inilah yang jadi keresahan aku dari kampus aku sendiri. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar